Senin, 24 Oktober 2011
Trip to Petang Bag.2 (Legenda Sangeh)
Jumat, 14 Oktober 2011
Trip to Petang Bag.1 (dihadang Ngaben)
2 oktober 2011 jatuh pada hari minggu, dimana saya biasa mengisi waktu diujung senin sampai sabtu yang cukup sibuk untuk melangkah kan kaki kemana saja yang kebanyakan adalah tempat-tempat yang belum pernah saya injaki sebelumnya. Dan tertuju lah saya pada desa Petang. Memang tidak sebegitu terkenal seperti kuta, nusa dua, tanjung benoa, ubud, sanur, dan daerah-daerah lainnya, tapi bagi saya atmosfer wisata bali sudah meluas hingga ke daerah-daerah pedesaan sekalipun. Di biarkan saja tanpa ada nya campur tangan investor yang mengatasnamakan industry pariwisata pun, mereka masih sangat-sangat menarik dengan kealamian nya.
Sabtu, 01 Oktober 2011
jadi saksi dampak keserakahan industri pariwisata di pulau Serangan
Jadi begini, setelah saya
mendapat kabar bahwa di bali ada sebuah pulau kecil yang menjadi tempat favoritnya para penyu untuk bertelur secara alami dan mempunyai kekayaan hayati laut
lain nya. Saya pun tertarik dan meng-agendakan pergi melihat pulau yang juga
disebut-sebut pulau penyu tersebut. Tetapi pulau tersebut sudah hampir rusak
karena dampak dari keserakahan industri pariwisata.
Nama nya pulau Serangan. Terletak
sekitar 15 km sebelah tenggara kota Denpasar, pulau ini bisa dijangkau selama kurang
lebih 30 menit dari kota denpasar dan berada di sebelah selatan pantai sanur.
Cukup mudah untuk menemukan pulau ini, tinggal pacu saja kendaraan melalui by
pass ngurah rai. Petunjuk jalan juga sudah cukup jelas kok karena keberadaan
pura Sakenan di pulau serangan ini. Pura sakenan adalah salah satu pura yang
cukup terkenal di bali karena sejarah nya. Tidak seperti bayangan saya sebelum
nya, bahwa untuk mencapai sebuah pulau dari pulau lainnya kita harus
menggunakan perahu ataupun kapal laut (jalur laut). Ini tidak, sebuah jembatan
megah telah berdiri kokoh dan menjadi awal kerusakan dari pulau serangan ini. Dulu
nya saat masih belum ada jembatan yang menghubungkan pulau serangan dan pulau
bali, orang-orang beragama hindu yang mau beribadah ke pura sakenan waktu itu
harus menggunakan perahu untuk sampai ke pulau serangan. Itu sih katanya, orang
saya juga tidak tau kalo dulu pulau serangan itu begitu menakjubkan. Tau nya
yaa begini, sudah hampir rusak. Asyik yaa dulu bisa ber-perahu ria sambil jalan-jalan
kesana.
Rabu, 28 September 2011
Eksotisme Pura Uluwatu - Bali
Pura Uluwatu, salah satu tujuan wisata saya kali ini (mumpung lagi berdomisili di bali) adalah salah satu pura dari beribu-ribu pura yang ada dibali. Beda nya Pura Uluwatu merupakan pura besar ,sudah sangat kuno, dan begitu penting di jagat Bali. Terletak di desa Pecatu, kecamatan Kuta Selatan, kabupaten Badung. pura ini berada diatas tebing terjal dengan ketinggian sekitar 80-90an meter (belum ng-ukur secara pasti) yang menjulang ke arah laut samudra hindia, dimana terkenal dengan keindahan alamnya di senja hari. Ini juga menjadi alasan kenapa bernama Uluwatu, Ulu yang berarti ujung dan watu yang berarti batu.
Menurut informasi singkat yang saya dapet, Pura ini dibangun pertama kali oleh seorang pendeta yang berasal dari tanah jawa bernama Empu Kuturan di abad ke-11. Ia juga mengajarkan bagaimana desa adat dan segala aturan-aturannya, yang kemudian dilanjutkan oleh pendeta berikutnya yang juga berasal dari jawa yaitu Dang Hyang Nirartha sekitar empat abad kemudian sekaligus menjadikan tempat ini menjadi tempat moksa nya. Dimana ia juga membangun pura yang juga begitu terkenal sampai ke mancanegara. Tanah lot
Menurut informasi singkat yang saya dapet, Pura ini dibangun pertama kali oleh seorang pendeta yang berasal dari tanah jawa bernama Empu Kuturan di abad ke-11. Ia juga mengajarkan bagaimana desa adat dan segala aturan-aturannya, yang kemudian dilanjutkan oleh pendeta berikutnya yang juga berasal dari jawa yaitu Dang Hyang Nirartha sekitar empat abad kemudian sekaligus menjadikan tempat ini menjadi tempat moksa nya. Dimana ia juga membangun pura yang juga begitu terkenal sampai ke mancanegara. Tanah lot
Langganan:
Postingan (Atom)